Hari itu (Jum’at, 1 Mei 2009) adalah hari yang begitu istimewa bagiku, khususnya keluarga besar Sispromasi 2005/2006. Hari yang barokah untuk beribadah ini sebenarnya kulalui dengan biasa-biasa saja layaknya hari-hari yang lain. Tiada yang istimewa. Kuliah-ngenet-praktikum. Malam hari telah datang, dan kami (lab Sispromasi-red) telah berkumpul semua untuk bersiap menghadiri acara syukuran dari laboratorium sebelah (SIMBI-red) dalam rangka penerimaan asisten baru (waaah,, tapi ko kagak ada orang Jawa ya,,,
). Makan telah usai, perut kenyang, tapi kami masih punya agenda lain di lab, yaitu rapat pembahasan tentang kegiatan Pelatihan yang akan kami adakan. Sebenarnya rapat pun berlangsung cukup singkat, karena hanya progress report dari masing-masing divisi dan sudah berakhir pukul 21.30 (cukup berlangsung 1 jam saja, ku telah bisa,,,halah malah nyanyi). Daaaann, yang membuat malam itu begitu panjang adalah permintaan dari sang koordas (korban penindasan-ups salah-Koordinator Asisten maksudnya-Sodara Adit) untuk sekedar sharing-sharing mengenai keeratan hubungan keluarga sispromasi. Ntah, ini sudah direncanakan sebelumnya ataukah memang melihat waktu yang masih ada memungkinkan untuk dimanfaatkan ber-sharing-ria. Dalam hati, diri ini bergumam,
“jeng,,jeng,,jeng,,wah bakalan suwe iki. Secara, aku iki ora iso yen dikon komentar mengenai wong liyo secara detail, yen pancen ora ono seng signifikan utowo seng menyebalkan banget opo maning tentang kejelekan wong liyo, kayake ora tak aduk neng otak, wis pokokke mlebu kuping tengen metu kuping kiwo.”
Peace ah, yang kagak bisa translate, intinya adalah bahwa Allah itu sudah menciptakan manusia termasuk diri kita dengan sedemikian rupa dan sedemikian sempurna dengan segala kelebihan dan kekurangan kita, makanya aku tidak begitu menyibukkan diri dengan kejelekan orang lain kalau memang itu masih dalam tahap wajar. Acara pun dimulai dengan dimulai semuanya mengomentari tentang kinerja dan performa dari sang Kordas. Bababa, bibibi, bububu, semua bercuap-cuap secara bergiliran mulai dari Dias, Inky, Putu, Dwi, Josi, Angga, Chandra, Aku, Uwie, Milda. Semua pula dapat jatah untuk dikomentari mengenai dirinya, termasuk untuk menanggapinya. Dan tibalah saat-saat yang paling menegangkan, yaitu saat giliranku untuk dikomentari. Apa aku siap, harus siap. Apa komentar mereka, kita lihat di bawah ini :
Dias,”Gunawan itu beda diluar, beda didalam.“
Ini artinya diluar bisa saja ancur, tapi di dalamnya lebih ancur lagi. Bukan begitu?? Hehe.. Iya sih Yas, sebenarnya komentar ini kan udah sering di utarakan oleh teman-teman di sela-sela canda tawa. Maksud hati ingin lebih membaur dengan temen-temen tapi apa daya beginilah jadinya.
Inky,”Mas Gun itu orangnya tengil.”
Kalau yang ini aku kagak ngerti maksud dari tengil itu seperti apa. Apa cuek, angkuh, sombong, atau semuanya (waduuuhhh..)
Putu,”Sama kayak yang sebelumnya, tengil n beda didalam beda diluar. Mas Gun susah di tebak dan terkadang takut kelewatan kalau bercandaan.”
Putu, kita ga lagi main tebak-tebakan, apa yang harus di tebak. Atau mungkin gara-gara moody. Aku merasa kalau bercanda blak-blakan juga, kagak ada yang di jaim-in.
Dwi,”Dwi agak bingung ga’ tahu bercandanya harus sampai mana. Trus TA-nya dikerjain.
”
Wah ini komentar yang paling sensitip, TA euy..hehehe.. Okeyh deh.. InsyaAllah, dengan ijin Allah, selesai pada waktunya nanti.
Josi,”Mas Gun cukup peduli, orangnya setipe dengan aku”
Aku hanya bilang makasih Jos. Aku akui ko, aku memang kurang begitu peka dengan hal-hal yang abstrak, khususnya hati. Tapi kalau hal-hal fisik mungkin tingkat kepekaanku lebih tinggi.
Babeh,”TA-nya Gun dikerjain, jangan fesbukan mulu.”
Okeyh babeh, kamu itu salah satu motivatorku beb, bukan dengan ucapanmu, bukan dengan nasihatmu, tapi dengan kegigihanmu dan semangatmu dalam mempelajari dan mencoba hal-hal baru.
Chandra,”kalau di lab ini yang jadi malaikatnya adalah Mas Gun dan Mas Angga. Cuma yang 1 diem yang 1 agak rame.”
Aku sebenarnya juga belum mengerti apa arti dari malaikat disini. Apa karena tidak pernah / paling sedikit proporsinya dalam hal ejek mengejek dan hina menghina. Karena aku lihat babeh juga seperti itu, dan aku memang sekarang sedang belajar untuk lebih mengurangi dalam hal-hal seperti itu. Terima kasih Chand.
Uwie,”Orangnya tengil, ternyata susah ditebak, disini agamanya yang paling kuat.”
Terima kasih Uwie, aku yakin disini hablumminallah kita sama-sama kuat, dan mungkin yang paling menonjol dari segi fisik dan penampilan adalah aku, bukan begitu.
Milda,”Mas Gun tuh kyainya Sispromasi. Sempet Milda mo minta ajarin ngaji tapi lom sempet terlaksana.”
Terima kasih Mil, tapi itu terlalu tinggi bagiku, masih banyak ilmu yang harus dicari dan diaplikasikan untuk kemaslahatan akhirat khususnya.
Adit,”Gun tuh imam sebenarnya buat saya. Cuma 1 aja sih, jangan males.”
Wah, ini yang bener, aku memang orangnya suka malas, dan mungkin butuh seseorang yang bisa menjadi motivator, meskipun aku pun tahu bahwa motivator terbaik adalah diri sendiri. Btw,overall, aku sangat berterimakasih kepada teman-teman atas kritik dan sarannya. Terima kasih dengan keluarga ini. Karena, kata Aa’ Gym, orang yang paling jujur dengan pujian dan kritik-kritiknya tentang kita adalah orang-orang yang paling dekat dengan kita selain diri kita sendiri.
Syukur padaMU ya Allah,
- Atas umur yang (semoga) bermanfaat ini,
- Atas nafas yang tiada terhenti sampai detik ini,
- Atas teman-teman dan keluarga disini,
Entah aku harus berucap Alhamdulillah atau Innalillah atas setiap pujian-pujian yang telah terlontar dari saudara-saudaraku. Terima kasih ya Allah, Engkau masih menutupi aib-aib yang masih ada di diri ini. Mari kita muhasabah/introspeksi diri untuk raih ridho Ilahi demi kebaikan diri ini.
Dan malam semakin larut, muhasabah ini berakhir di angka 00.39 WIB.





Posted by churroz on 20 Mei 2009 at 8:16 pm
mas gun itu orang bukan
… bercanda gun… temen nongkrong kalo pagi2 pas di luar jendela sambil ngerokok… gunawan lo yang ngerokok… hahahahah
Posted by ainun2490 on 23 Mei 2009 at 9:42 pm
weleh..kak gun…
memang acara kayak gtu penting yo..
biar introspeksi
Posted by dix on 22 Oktober 2010 at 10:47 am
hai Gun…Dul..
Gmn kabarnya ???