Satu Bulan di Akhir Tahun dan Awal Tahun (part_3)

cerita sebelumnya

1 Januari 2010 – Tahun Baru Masehi

Badan masih terasa capek setelah perjalanan panjang nan menyenangkan, saya harus beraktiuvitas seperti biasanya. Awalnya tak ada agenda untuk mengisi waktu liburan di tahun baru 2010. Apalagi cuaca sedang asyik-asyiknya mengucurkan air di musim yang dingin ini. Tiba-tiba ada SMS datang dari si Retty. Retty adalah teman dari IMT / STMB yang saya kenal ketika kami Kerja Praktek bersama di RDC (Reseach and Development Center) Telkom. Dia ngajak untuk barbequan dirumah dia bersama dengan teman-teman yang lain. Saya pun mengiyakan ajakan dia, karena memang saya belum ada agenda apapun. Dan hari kemudian Agus Setiawan (wawan), teman di lab, dari lab. Gartek ngajak chat :

  • Wawan : Gun, besok malam tahun baru ikut yuk
  • Saya : neng ndi wan,
  • Wawan : yah, sekedar refreshing sejenak, makan2 wae.
  • Saya : wah, sebenere gelem sih wan, tapi wingi aku wis di ajak konco seko STMB ki, tapi yo durung pasti juga. Mengko lah tak kabari maneh. Wah, dalam rangka opo ki, sopo wae wan..heheh
  • Wawan : oke gun. Biasa lah kita2 aja, bareng Murdin juga. (Murdin adalah temen kosan saya dna temen lab juga, tapi dari lab. APK)
  • Saya : yo wis wan, mengko tak kabari maneh.

Akhirnya Kamis datang, saatnya untuk persiapan liburan selama setahun (dari tahun 2009 menuju tahun 2010). Namun, agenda saya masih belum ada penjelasan, lalu saya mulai mengkonfirmasi tentang kelanjutan acara di rumah Retty. Setelah cak cek cok, akhirnya saya mengetahui bahwa acara dibatalkan dikarenakan teman-teman yang lain tidak bisa, mungkin sudah punya agenda lain dengan pasangan masing-masing (nasib saya yang tidak punya pasangan ya seperti ini, hehe). Kemudian saya pun segera mengkonfirmasi kepada wawan untuk ikut dalam acara refreshing dan makan2 itu.

Walau hanya sekedar makan di SS (Special Sambel) di daerah Kiara Condong yang memang tidak jauh dari tempat kami tinggal. Karena memang kami sedang menghindari untuk ikut-ikutan kebanyakan orang-orang yang sedang memburu keramaian, justru kami malah mencari tempat makan yang sepi. Selidik punya selidik, makan-makan kali ini adalah dalam rangka syukuran setelah wawan dan denny mendapatkan proyek baru. Syukur Alhamdulillah.

Makan selesai, kami pun pulang. Dan selebihnya waktu saya habiskan untuk sekedar menonton televisi di kostan sendiri. Ada yang aneh pada malam itu (setidaknya itu yang saya rasakan). Sedang asyik-asyiknya nonton acara tahun baru di TV, saya tertidur di sekitar tabuh 11 malam dan terjaga kembali sekitar pukul 1 pagi. Terasa aneh memang, walau memang sebenarnya tidak aneh juga. Saya benar-benar tidak bisa melihat meriahnya tabuh pergantian tahun baik di kota kembang, di ibukota, maupun di kota-kota lain. Setelah itu berlalu, masih dengan lanjutan acara musik tahun baru dan masih dalam suasana duka karena salah satu guru besar dan salah satu mantan presiden Gus Dur meninggal dunia, tiba-tiba pukul 2 pagi saya mendengar takbir berkumandang. Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar. Allahu akbar walillahilham. Tanp saya sadari bibir ini pun ikut berkumandang tanpa pikir panjang lagi apa yang sebenarnya terjadi. Sungguh tentram sekali malam itu. Dan ternyata, baru pagi harinya saya mengetahui bahwa di malam itu sedang terjadi gerhana bulan. Subhanallah.

Malam berikutnya, saya bermalam di lab. Sispromasi, sudah lama tak tidur disana, kangen rasanya. Walau hanya beralaskan karpet seadanya (tetep dengan naungan AC donk) namun kebersamaan dengan kakak alumni, teman-teman, serta adik-adik kelas bercanda bersama bermain bersama itulah yang tidak bisa terlupakan. Sampai akhirnya malam itupun tercetus ide untuk rujakan bareng-bareng. Mulailah kami (adik-adik kelas maksudnya) berbelanja buah-buahan dan bumbu-bumbu yang dibutuhkan di pagi harinya. Tapi sayang, banyak dari temen-temen yang lain pada tidak bisa datang, karena memang selain rujakan ini dadakan, juga dikarenakan pada hari seninnya nanti adik-adik kelas akan menghadapi ujian akhir semester.

Sungguh liburan yang menyenangkan. Liburan tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak mengisinya. Mengisi liburan tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak bener-bener menikmatinya. Kenikmatan dalam kesederhanaan. Sungguh saya menikmati anugrah yang telah diberikan Yang Maha Memberi. Alhamdulillah.

~~~~~Selesai~~~~~

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.